it's better to be a pirate than to join the navy. (Steven Paul Jobs)


Musim ini adalah kesempatan terakhir bagi Santon untuk menentukan nasibnya di klub yang dimiliki Massimo Moratti…

Davide Santon pernah mendapat status sebagai bek sayap paling menjanjikan seantero Italia, tetapi penampilan mengecewakan pemain muda itu membuat penggemar sepakbola mulai melupakan namanya secepat ketika namanya melambung di musim dingin 2009 lalu.

Meredupnya sinar bintang Santon semakin nyata tatkala I Nerazzurri melepasnya ke sebuah klub yang sedang berjuang di zona degradasi. Inter berkilah, sang bintang masa depan membutuhkan waktu bermain lebih banyak sekaligus mempertebal pengalaman padahal seharusnya Santon wajib membuktikan diri sebagai sosok yang memang bisa diandalkan dan memberikan dampak besar bagi tim sebesar Inter.

Dua tahun lalu sebagai remaja, Santon pernah memperlihatkan skill dan kinerja fantastis hingga pelatih yang jeli melihat potensi pemain seperti Jose Mourinho tidak ragu menempatkannya di tim utama. Santon bahkan mengamankan satu tempat di skuad Azzurri di bawah asuhan Marcello Lippi di Piala Konfederasi.

Lippi yang memiliki sederet sabuk gelar juara saat itu bahkan melontarkan pujian bagi Santon dan tidak ragu mengatakan banyak hal yang bisa dipersembahkannya kepada tim nasional. The Special One memberi label “phenomenon” dan mengisyaratkan Santon berpotensi menggantikan legendaris seperti Paolo Maldini, Javier Zanetti bahkan legenda Inter tahun 1960an, Giaconto Facchetti.

Tetapi situasi begitu cepat berubah, setahun berlalu Santon tidak banyak beraksi. Cedera dan serentetan penampilan buruk membuat dia hanya memainkan secuil peran saat La Beneamata sukses membawa pulang tiga gelar juara dalam satu musim ke Giuseppe Meazza. Kisah sama berulang ketika Inter berada di bawah komando Rafael Benitez dan Leonardo hingga memaksa klub melepasnya ke Cesena saat menarik pemain sensasional Jepang Yuto Nagatomo.
Penampilan mengecewakan Santon saat berhadapan dengan Palermo musim ini dan tahun lalu sebagai bukti jika dia kesulitan melebur dengan skuad Inter lainnya. Fakta itu juga memaksa Santon yang pernah membuat frustasi pemain sekaliber Cristiano Ronaldo semakin jarang diturunkan.


Musim lalu, Inter meraih kemenangan 5-3 atas Palermo. Santon hadir di babak kedua ketika Il Biscione dalam posisi unggul 4-0 tetapi saati itu dia hanya tampil sebagai pelengkap karena tidak bisa bekerja sama membangun benteng kokoh di lini belakang dengan rekannya yang lain. Mourinho saat itu bahkan nyaris menghabiskan waktu berteriak ke arah Santon mengingatkan sang pemain yang kerap terpancing naik ke atas dan meninggalkan area berbahaya.

Aksi terkhir Santon melawan Palermo musim ini menjadi penegas keputusan Inter mengirimnya ke Cesena. Skuadra Sicilia itu sukses mengeksploitasi kelemahan Santon hingga sempat unggul dua gol di Meazza. Di babak kedua Santon ditarik keluar lapangan dan Inter bangkit untuk menang 3-2 berkat aksi jempolan Giampalo Pazzini.

Cesena menawarkan stabilitas, bahkan dengan reputasi tinggi (bukan performa), Santon tetap mendapat panggilan dari Cesare Prandelli. Tetapi kesalahan itu muncul hingga menurunkan kepercayaan pelatih Luca Ceccearelli.

Cedera bisa disebut sebagai salah satu faktor penghambat perkembangan Santon, tetapi harus pula masuk dalam catatan jika Santon seperti kurang awas dalam bertahan. Bek sayap itu memilki kemampuan di atas rata-rata dalam mengolah bola dan tekel yang diperlihatkannya terbilang rapi. Tetapi kebiasaan buruk melupakan pos yang menjadi tanggung jawabnya membuat lawan dengan mudah melewatinya.

Kini Santon mengantungi tiga pertandingan sisa untuk membuktikan masih memiliki kualitas yang bisa digunakan Inter. Pemain muda itu harus menggali potensi yang dimiliki dan mengonversi hal tersebut menjadi sebuah penampilan tak terlupakan di tengah lapangan. Nagatomo memang berpeluang besar bertahan di Meazza, tetapi kesempatan Santon berada di pelukan Inter musim depan masih terbuka.

Namun semua pihak sadar betul jika sisa musim ini bersama Cesena adalah kesempatan terakhir bagi Santon untuk menentukan nasibnya di klub yang dimiliki Massimo Moratti tersebut. (goal.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: