it's better to be a pirate than to join the navy. (Steven Paul Jobs)


Sistem ekonomi adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa, bagamana, dan untuk siapa barang di produksi. Efektif atau tidaknya jawaban-jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada sistem ekonomi yang dipilih.

Menurut Bachrawi Sanusi, pemilihan sistem ekonomi mana yang akan di terapkan di pengaruhi oleh hal-hal berikut ini.

1) Sumber-sumber historis, kultural,cita-cita, keinginan-keinginan dan sikap penduduk.

2) Sumber daya alam dan iklim.

3) Filsafat yang dimiliki da dibela sebagian besar penduduk.

4) Teorisasi yang yang dilakukan oleh penduduk.

5) Uji coba.

Pada dasarnya didunia ini hanya ada dua bentuk sistem ekonomi, yaitu sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. Kedua sistem tersebut saling bertentangan satu sama lainnya. Tetapi pada kenyataanya tidak ada satu negarapun di dunia ini yang melasanaka kedua sistem tersebut diatas secara murni. Terdapat beberapa sistem ekonomi yaitu :

1) Sistem ekonomi tradisional

2) Sistem ekonomi syariah

3) Sistem ekonomi komando (terpusat)

4) Sistem ekonomi pasar (liberal/kapitalis)

5) Sistem ekonomi campuran

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan piont satu dan point dua saja, yaitu tentang Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem Ekonomi Tradisional

Dalam sistem ekonomi tradisional, masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa, di jawab dengan adanya adat atau tradisi turun-menurun. Adat ini di wariskan secara turun-menurun secara konsisten kepada generasi-kegenerasi berikutnya. Kita bisa melihat bagaimana suatu suku tradisional di lembah baliem, Irian jaya dalam menjawab masalah-masalah ekonomi mereka. Semuanya diatur dengan rapi,yaitu dengan adat. Adat sangat menentukan kapan masa berperang kapan mengadakan panen, sistem pertanian yang dipakai dan lain-lain. Bagi kita yang berda di luar , mungkin hal tersebut serasa ganjil dan tak masuk akal. Namun bagi mereka itulah solusi yang paling baik dan mampu memerikan jawaban bagi permasalahan yang mereka hadapi. Sistem pereonomian tradisional mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

a) Tidak adanya pemidsahan yang tegas antara rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsisehingga bisa dianggap masih satu kesatuan.

b) Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana.

c) Tidak ada pembagian kerja, jika adapun masih sangat sederhana.

d) Tidak ada hubungan dengan dunia luar sehinga masyarakatnya sangat statis

Berdasarkan ciri-ciri tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi tradisional mempunyai kebaikan, yaitu terjadinya persaingan yang sehat karena angota masyrakat tidak di bebani oleh target-target tertentu yang harus di capai. Namaun demikian, sistem ekonomi tradisional ini juga mempunyai kelemahan-kelemahan yaitu masyarakat sulit untuk berkembang. Berikut adalah beberpa uraian tentang kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi tradisional

Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut :

1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat

2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul

3. Tidak individualistis

Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :

1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah

2. Mutu barang hasil produksi masih rendah

Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari.

Sistem ekonomi syariah

Sistem ekonomi syariah mempunyai paradigma bahwa, segala sesuatu yang ada dan kegiatan yang dilakukan harus didasarkan pada Al Qur’an dan Hadist atau syariah Islam. Dalam kegiatan ekonomi, dasar yang digunakan adalah bahwa, sebagai umat Muslim setiap orang mempunyai kewajiban untuk melakukan semua aktivitas sesuai dengan ajaran Islam. Filosofi yang diterapkan yaitu bahwa, semua manusia adalah makhluk Allah, karenanya harus selalu mengabdi kepada-Nya. Semua aktivitas yang dilakukan termasuk aktivitas ekonomi merupakan ibadah kepada Allah.

Dalam ekonomi syariah, etika agama kuat sekali melandasi hukum-hukumnya. Etika sebagai ajaran baik-buruk, benar-salah, atau ajaran tentang moral khususnya dalam perilaku dan tindakan-tindakan ekonomi, bersumber terutama dari ajaran agama. Itulah sebabnya banyak ajaran dan paham dalam ekonomi Barat merujuk pada kitab Injil (Bible), dan etika ekonomi Yahudi banyak merujuk pada Taurat. Demikian pula etika ekonomi Islam termuat dalam

lebih dari seperlima ayat-ayat yang dimuat dalam Al-Qur’an. Namun jika etika agama Kristen-Protestan telah melahirkan semangat (spirit) kapitalisme, maka etika agama Islam tidak mengarah pada Kapitalisme maupun Sosialisme. Jika Kapitalisme menonjolkan sifat individualisme dari manusia, dan Sosialisme pada kolektivisme, maka Islam menekankan empat sifat sekaligus yaitu :

1. Kesatuan (unity)

2. Keseimbangan (equilibrium)

3. Kebebasan (free will)

4 .Tanggungjawab (responsibility)

Manusia sebagai wakil atau kalifah Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaannya di bumi.

Sistem ekonomi syariah berbeda dari Kapitalisme, Sosialisme, maupun Negara Kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari Kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. ”Kecelakaanlah bagi setiap … yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung” (Al-Qur’an Al-Humazah, 2). Orang miskin dalam Islam tidak dihujat sebagai kelompok yang malas dan yang tidak suka menabung atau berinvestasi. Ajaran Islam yang paling nyata menjunjung tinggi upaya pemerataan untuk mewujudkan keadilan sosial, ”jangan sampai kekayaan hanya beredar dikalangan orang-orang kaya saja diantara kamu” (Al-Qur’an, Al-Hasyr, 7).

Disejajarkan dengan Sosialisme, Islam berbeda dalam hal kekuasaan negara, yang dalam Sosialisme sangat kuat dan menentukan. Kebebasan perorangan yang dinilai tinggi dalam Islam jelas bertentangan dengan ajaran Sosialisme.

Akhirnya ajaran Ekonomi Kesejahteraan (Welfare State) yang berada di tengah-tengah antara Kapitalisme dan Sosialisme memang lebih dekat ke ajaran Islam. Bedanya hanyalah bahwa dalam Islam etika benar-benar dijadikan pedoman perilaku ekonomi sedangkan dalam Welfare State tidak demikian, karena etika Welfare State adalah sekuler yang tidak mengarahkan pada ”integrasi vertikal” antara aspirasi materi dan spiritual (Naqvi,1951,h80)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam Islam pemenuhan kebutuhan materil dan spiritual benar-benar dijaga keseimbangannya, dan pengaturan oleh negara, meskipun ada, tidak akan bersifat otoriter.

Karena etika dijadikan pedoman dalam kegiatan ekonomi, maka dalam berbisnis juga menggunakan etika Islam. Etika bisnis menurut ajaran Islam juga dapat digali langsung dari Al Qur’an dan Hadist Nabi. Misalnya karena adanya larangan riba, maka pemilik modal selalu terlibat langsung dan bertanggung jawab terhadap jalannya perusahaan miliknya, bahkan terhadap buruh yang dipekerjakannya. Perusahaan dalam sistem ekonomi syariah adalah perusahaan keluarga bukan Perseroan Terbatas yang pemegang sahamnya dapat menyerahkan pengelolaan perusahaan begitu saja pada Direktur atau manager yang digaji. Memang dalam sistem yang demikian tidak ada perusahaan yang menjadi sangat besar, seperti di dunia kapitalis Barat, tetapi juga tidak ada perusahaan yang tiba-tiba bangkrut atau dibangkrutkan.

Etika Bisnis Islam menjunjung tinggi semangat saling percaya, kejujuran, dan keadilan, sedangkan antara pemilik perusahaan dan karyawan berkembang semangat kekeluargaan (brotherhood). Misalnya dalam perusahaan yang Islami gaji karyawan dapat diturunkan jika perusahaan benar-benar merugi dan karyawan juga mendapat bonus jika keuntungan perusahaan meningkat. Buruh muda yang masih tinggal bersama orang tua dapat dibayar lebih rendah, sedangkan yang sudah berkeluarga dan punya anak dapat dibayar lebih tinggi dibanding rekan-rekannya yang muda

* Sistem Ekonomi di Indonesia

Indonesia pada dasarnya menganut sistem ekonomi liberal/pasar dimana kegiatan mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi sepenuhnya dilaksanakan oleh mekanisme pasar, dan ada sebagian kecil daerah yang masih menganut sistem ekonomi Tadisional, biasanya sistem ekonomi Tradisional dianut oleh daerah-daerah yang masih tertinggal seperti di daerah timur negara Indonesia, yang pada umumnya pembagunannya masih jauh tertinggal dengan ibukota negara kita (Jakarta). Pembangunan yang masih belum merata ini menyebabkan banyak dari saudara kita yang melakukan sistem ekonomi Tradisional sehingga masih sangat terisolir dengan dunia luar dan dalam pembangunan di daerah mereka masih sangat minim, hal ini tentu saja karena bantuan dari pemerintah masih jauh dari cukup. Pembangunan selama ini masih terpusat di ibukota Jakarta.

Hal ini tidak sedikit dari saudara kita merasa diperlakukan tidak adil, bahakan banyak dari mereka yang melakukan pemberontakkan dan ingin mendirikan negara sendiri, contohnya seperti di Irian Jaya dengan sumberdaya alamya yang sangat melimpahruah, tetapi para masyarakatnya hanya sedikit yang merasakannya bahkan tidak merasakan sama sekali, masyarakat di Irian hanya di jadikan buruh untuk mangambil hasil sumberdaya alam di daerah mereka sendiri, inilah yang menyebabkan kesenjangan sosial diantara masyarakat dengan pengelola asing, pengelola asing dapat mengeruk kekayaan bumi Irian tanpa memikirkan masyarakat sekitarnya padahal kalau Pemerintah mau berusaha membangun perusahaan tambang sendiri, bukan hanya masyarakat sekitar saja yang akan kaya dan makmur tetapi juga negara ini, dewasa ini pemerintah mengadakan perdaganggan bebeas untuk negara China, padahal banyak dari para pedagang lokal kita yang belum siap dengan itu karena dengan diadakannya perdagangan bebas. negara China akan secara besar-besaran mengimport barang-barang lokalnya tanpa dikenakan pajak bea masuk barang import sepeserpun, hal ini menyebabkan para pedagang lokal dinegara kita kewalahan, sehingga mereka harus berfikir ekstra keras untuk mengatasinya , karena barang yang ditawarkan negara China harganya jauh lebih murah dan kualitasnyapu tak kalah baik dengan barang produksi dalam negeri. Entah apa lagi yang Pemerintah rencanakan untuk bangsa ini semoga saja rencana yang baik, dan dapat lebih memakmurkan bangsa ini kedepannya

Daftar pustaka :

Sukwiyaty, Sudirman, J, Slamet, S. 2003. Ekonomi . Bandung: Yudhistira

http://www.google.com

wikipedia.com

Kesimpulan :

Setelah saya baca dan pelajari penjelasan materi diatas, sistem ekonomi yang mungkin dapat diterapkan dengan baik di Indonesia adalah sisten ekonomi syariah, karena system ekonomi syariah banyak mengambil aturan – aturan yang berasal dari ajaran islam, dan karena negara Indonesia mayoritas beragama islam, jadi bila diterapkan maka akan mudah di aplikasikan dalam perekonomian Indonesia. Sistem ekonomi syariah pun lebih banyak memiliki kelebihanya daripada kekurangannya disbanding dengan system ekonomi yang lain sehingga akan membawa dampak yang baik pada masyarakat dan perekonomian di Indonesia.

Comments on: "Sistem Ekonomi Syariah & Tradisional" (3)

  1. Trims atas informasinya…

    salam kenal

  2. “Sistem ekonomi syariah pun lebih banyak memiliki kelebihanya daripada kekurangannya …….”

    Jadi apa saja kekurangannya ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: